Penerapan sistem hidropinik pada budidaya kangkung merupakan pilihan tepat pada kondisi saat ini. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial masyarakat setempat serta banyaknya jumlah permintaan sayur terutama kangkung. Gaya hidup masyarakat saat ini cenderung beralih menjadi pola hidup konsumtif yang mulai memilih produk dengan kualitas tertentu misalnya produk dengan label organik . Oleh karena itu, produk hasil pertanaman dengan sistem hidropinik juga dapat dijadikan sebagai nilai jual tersendiri. Kemudahan dalam pengelolaan jenis nutrisi yang diberikan juga lebih mudah dibanding dengan sistem tanam konvensional (Kohar et.al, 2004).
Tampilkan postingan dengan label hidroponik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidroponik. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 Desember 2011
HIDROPONIK
Hidroponik, ditemukan pada awal tahun 1930, secara sederhana diartikan sebagai budidaya tanaman pada media air yang mengandung nutrisi esensial. Menurut pandangan lain, hidroponik merupakan teknik budidaya pada media tanpa tanah yang memiliki elemen nutrisi esensial dari pemberian larutan nutrisi. Lebih lanjut, dalam sistem lingkungan budidaya yang terkendali (CEA) sistem hidroponik diterapkan melalui sistem larutan dan sistem substrat (Swiader dan George, 2002).
HIDROPONIK: Solusi Produksi Pertanian
Keterbatasan jumlah lahan produktif di Indonesia bukan lagi merupakan wacana, akan tetapi sudah menjadi sebuah kenyataan. Penggunaan lahan secara terus-menerus tanpa usaha pemeliharaan kesuburan tanah dinilai menjadi penyebab berkurangnya lahan produktif. Selain itu, alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian seperti perumahan dan wilayah industri juga turut andil mengurangi ketersediaan lahan pertanian produktif.
Langganan:
Komentar (Atom)
