Senin, 07 Mei 2012

Batam I’m in Research Part 1 - Naik Pesawat


Batam I’m in Research Part 1
Naik Pesawat
Naik Pesawat. Bukan makna yang sebenarnya. Karena bukan naik di atas pesawat. Melainkan kita berada di dalam pesawat. Juga tidak menaiki kursi pesawat, tetapi menduduki kursi pesawat. Gampangnya, pada hari itu Jum’at 13 April 2012 merupakan saat pertama kalinya aku menggunakan moda transportasi udara. Biasa orang menyebutnya pesawat terbang, berbeda pada saat aku kecil biasa kusebut dengan nama montor mabur.

Senin, 27 Februari 2012

Mafia Pupuk Adalah Musuh Kita Bersama (Mafia Pupuk Part 1)

Oleh: Arif Ardiawan
Pupuk menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat pertanian. Ketersediaannya menjadi begitu diperebutkan. Kelangkaan pupuk menjadi kondisi yang begitu nadir. Terlebih disaat pemerintah mencanangkan target swasembada pangan, kenapa justru faktor pendukung keberhasilan produksi tidak diperdulikan dengan baik. Seperti halnya tidak adanya jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani.

Mafia (Distribusi) dan Kelangkaan Pupuk (Mafia Pupuk Part 2)

Banyak faktor yang disinyalir turut menyumbang terjadinya kasus kelangkaan pupuk. Meskipun berbagai kebijakan pemerintah sudah begitu komprehensif. Keberadaan mafia distribusi menjadi aktor utama penyebab kelangkaan pupuk. Disparsitas harga yang terlampau tinggi antara pupuk bersubsidi dan tidak bersubsidi menjadi daya tarik utama bagi mafia pupuk. Disinilah prinsip ekonomi kembali bermain di lini distribusi. Demi mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan modal sekecil mungkin. Penyelundupan pupuk menjadi pilihan kerja yang menguntungkan terlebih harga pupuk di pasar dunia cukup menggiurkan. Akibatnya petani yang seharusnya memperoleh hak pupuk bersubsidi hanya mampu gigit jari.

Tangani Mafia Pupuk Melalui Revitalisasi (Mafia Pupuk Part 3)

Kaitannya dalam sistem pengelolaan tata niaga pupuk. Kiranya perlu memperhatikan berbagai aspek antara lain: (1) Pengelolaan tata niaga harus menjamin ketersediaan pupuk di tingkat petani dengan harga yang terjangkau, (2) Produsen dan distributor bisa memperoleh income yang layak dari berbagai sudut pandang. Tidak ketinggalan pula, sistem pengawasan perlu dilakukan lebih menyeluruh untuk mengekang keberadaan mafia pupuk.

Jumat, 02 Desember 2011

Budidaya Kangkung Dengan Sistem Hidroponik

Penerapan sistem hidropinik pada budidaya kangkung merupakan pilihan tepat pada kondisi saat ini. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial masyarakat setempat serta banyaknya jumlah permintaan sayur terutama kangkung. Gaya hidup masyarakat saat ini cenderung beralih menjadi pola hidup konsumtif yang mulai memilih produk dengan kualitas tertentu misalnya produk dengan label organik . Oleh karena itu, produk hasil pertanaman dengan sistem hidropinik juga dapat dijadikan sebagai nilai jual tersendiri. Kemudahan dalam pengelolaan jenis nutrisi yang diberikan juga lebih mudah dibanding dengan sistem tanam konvensional (Kohar et.al, 2004).

HIDROPONIK

Hidroponik, ditemukan pada awal tahun 1930, secara sederhana diartikan sebagai budidaya tanaman pada media air yang mengandung nutrisi esensial. Menurut pandangan lain, hidroponik merupakan teknik budidaya pada media tanpa tanah yang memiliki elemen nutrisi esensial dari pemberian larutan nutrisi. Lebih lanjut, dalam sistem lingkungan budidaya yang terkendali (CEA) sistem hidroponik diterapkan melalui sistem larutan dan sistem substrat (Swiader dan George, 2002).