Minggu, 01 Mei 2011

INVESTASI AGRIBISNIS KOMODITAS UNGGULAN ( HORTIKULTURA ) BAWANG MERAH


A. PENDAHULUAN
Bawang Merah ( Alium ascalonicum ) adalah jenis umbi lapis yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.selain digunakan sebagai bumbu masak,bawang merah juga dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional karena mengandung zat antibiotika.
Potensi bawang merah sangat bagus karena tanaman ini dapat dibudidayakan hampir di seluruh Indonesia,satu masalah klasik yang dihadapi oleh komoditas adalah fluktuasi harga yang sangat tinggi sepanjang tahun yang disebabkan adanya fenomena panen raya dan musim paceklik.

Untuk mengatasi hal tsb telah dilaksanakan berbaai program melalui pengaturan pola tanam,perbaikan kualitas produk,atau sistem distribusi yang baik.
B. PROSPEK PASAR BAWANG MERAH
Prospek komoditas Bawang Merah sangat baik ditinjau dari segi permintaan yang diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan umlah penduduk,selain sebagai komoditas ekspor potensial baik dalam bentuk segar maupun kering.
Bawang Merah merupakan komoditas ekspor, terutama ke negara Asia seperti Singapura, Taiwan, Malaysia, Hongkong, Thailand dan lainya.
Ditinjau dari harga jual prospek pasar dalam negeri komoditas bawang merah cukup baik dibandingkan dengan harga ekspor ataupu impor.
Hal ini disebabkan oleh sifat Perishable dan penyusutan bawang merah yang sangat cepat sehingga penyimpanan dalam jangka waktu tertentu dapat menurunkan kualitas produk dan harga jual.
C. POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOMODITAS BAWANG MERAH
Daerah yang tercatat sebagai sentra produksi Bawang Merah terbesar dan terlama di Indonesia adalah Brebes ( Jawa Tengah ) dengan jenis bawang lokal yang terkenal dengan keharumannya.
Daerah pengembangan komoditas Bawang Merah mencakup seluruh Indonesia,terutama daerah-daerah dengan agroklimatnya cocok untuk bawang merah,yaitu curah hujan kecil dengan suhu rata-rata 25C- 32C dan lama penyinaran lebih dari 12 jam.
D. ANALISIS KELAYAKAN KOMODITAS BAWANG MERAH
Perhitungan analisis agribisnis Bawang Merah dilakukan pada skala 1 ha dan lokasi kegiatan dilakukan di Provinsi Jateng.untuk menanam Bawang Merah dibutuhka biaya Rp.9.603.312 per hektar yang terdiri dari biaya tetap/biaya investasi Rp.77.000 yang meliputi biaya sewa lahan dan pembelian alat pertanian kecil dan biaya tdk tetap/biaya operasional Rp.8.833.312,50 meliputi pembelian benih,pupuk,pestisida serta biaya tenaga kerja untuk pengelolaan lahan,pemeliharaan dan panen.
Penerinaan agribisnis Bawang Merah per musim (4 bln) Rp.10.875.000 per ha dengan asumsi produksi layak jual sebesar 75% dari total produksi( total produksi 1000/kg) dan harga jual petani Rp.1.450/kg.
Apabila penerimaaan tsb dikurangi dgn total biaya sebesar Rp.9.603.312,maka pendapatan petani Bawng Merah per musim per hektar adalah Rp.1.271.687,50.
sumber: http://portalagribisnis.deptan.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar