Sabtu, 22 Juni 2013

Asah Otak Usai Kuliah



Laiknya pisau, otak manusia jika tak digunakan pun akan mengalami korosi sehingga perlu diasah supaya lebih tajam. Tapi tidak sembarangan cara mengasah otak. Pisau bermata dua harus diasah di kedua sisinya, pun pula dengan otak.
Otak kiri manusia lebih difungsikan untuk pikiran-pikiran logis, sedangkan otak kanan untuk pikiran-pikiran yang bernuansa kreatif. Keseimbangan kedua bagian otak inilah yang menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Kedua bagian ini memiliki peran dan fungsi yang saling melengkapi. Oleh karenanya, asah otak menjadi penting dilakukan terhadap keduanya.
Aktifitas kaum muda seperti perkuliahan dan praktikum yang dilakukan mahasiswa, masih didominasi olah kinerja otak kiri. Padahal kita juga perlu melatih otak kanan kita agar lebih seimbang. Menyeimbangkan otak dapat dilakukan dengan olahraga otak seperti bermain catur, bermain game di komputer dan permainan asah otak lainnya. Akan tetapi, sebagain besar permaian tersebut mengarah pada lingkup individu dan tidak menghasilkan manfaat bagi orang lain.
Mengisi kegiatan pasca kuliah dengan berorganisasi dapat dijadikan sarana melakukan olahraga otak. Kegiatan organisasi menuntut kita untuk berfikir kreatif dalam menghadapi dinamisasi yang ada, selain juga tetap mengandalkan pikiran-pikiran yang kritis dan analitis. Kegiatan-kegiatan organisasi seringkali melibatkan orang banyak sehingga sangat mungkin terjadi interaksi yang menuntut kita untuk saling berbagi. Alhasil, tak hanya otak kita yang semakin cerdas, kepekaan sosial kita juga akan semakin tangkas.



(Terbit di harian KOMPAS, rubrik Kompas Kampus, kolom Argumentasi. Edisi Selasa, 4 Juni 2013)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar