Kamis, 14 Oktober 2010

Kondisi Masyarakat Pertanian Desa Kedondong Kabupaten Banyumas

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Desa Kedondong terletak di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebagai desa yang termasuk dalam kategori desa bukan pesisir, menjadikan pertanian sebagai komoditas utama. Pertanian di desa ini memiliki potensi cukup besar. Kondisi tersebut diperkuat dengan sebagian besar profesi masyarakat setempat yang memanfaatkan sumberdaya yang ada didesa tersebut sebagai lahan pertanian. Baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusianya.

Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara yang dilakukan dengan Amin Sachuri selaku kepala desa Kedondong serta Ari Prasetyo selaku penyuluh pertanian kecamatan Sokaraja yang memegang bagian di desa Kedondong pada tanggal 5 dan 12 November 2008. Desa Kedodong memiliki luas sekitar 92.028 Ha dengan 28.200 Ha pekarangannya. Desa Kedondong memiliki jumlah penduduk laki-laki sebesar 1502 jiwa, penduduk perempuan 1544 jiwa, dengan jumlah keluarga sebanyak 761 keluarga. Meskipun pertanian sebagai sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk desa Kedongdong, namun tidak semua warga desa Kedongdong berprofesi sebagai petani. Prosentase keluarga yang bergelut dibidang pertanian desa Kedongdong sebesar 33%. Sedangkan jumlah keluarga yang anggotanya menjadi buruh tani sebanyak 250 keluarga. Selain berprofesi sebagai petani, ada beberapa penduduk desa Kedongdong yang memilih untuk berkerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri sebanyak 99 orang, wiraswasta sebanyak 88 orang, pengrajin 20 orang, PNS (Pegawai Negeri Sipil) 20 orang, TNI/POLRI 13 orang, sopir 11 orang, karyawan swasta 6 orang, tukang kayu 53 orang, tukang batu 58 orang, dan guru swasta sebanyak 4 orang.

Tidak hanya profesi, namun tingkat pendidikan penduduk desa Kedongdong juga amat bervariasi. Sebanyak 22 orang penduduk masih buta huruf, penduduk tidak tamat Sekolah Dasar/sederajat 82 orang, penduduk tamat SD/sederajat 1749 orang, penduduk tamat SLTP/sederajat 492 orang, penduduk tamat SLTA 326 orang, penduduk tamat D-1 9 orang, penduduk tamat D-2 7 orang, penduduk tamat D-3 19 orang sedangkan penduduk tamat S-1 sebanyak 7 orang. Tingkat pendidikan yang masih rendah terutama pendidikan penduduk yang berprofesi sebagai petani menjadi kendala dalam pengelolaan pertanian desa Kedongdong secara optimal.

Sumberdaya alam kaitannya dalam hal ini adalah sumberdaya lahan yang sudah tersedia tersebut dimanfaatkan oleh penduduk setempat dalam hal pertanian dengan mengubah lahan yang tak terurus menjadi lahan bercocok tanam. Kebanyakan dari para penduduk mengubah lahan tersebut dari lahan kosong menjadi lahan pertanian untuk tanaman padi, yang merupakan komoditas pangan utama masyarakat. Namun selain padi masyarakat juga menanam sayur-sayuran, jagung dan lain sebagainya, meski tidak sebanyak tanaman padi.

Meskipun tingkat pendidikan petani yang masih rendah, namun kesadaran petani desa Kedongdong akan pentingnya ilmu pertanian sangatlah besar. Hal ini ditandai dengan adanya kelmpok-kelompok tani yang kegiatannya memberikan sosialisasi kepada para petani dibantu oleh BPP (Badan Penyuluh Pertanian ) kecamatan Sokaraja mengenai proses bertani yang baik dan benar. Masyarakat saling bergotong royong dalam bidang peningkatan pertanian di desa Kedondong. Masyarakat sama-sama bermusyawarah membentuk lembaga-lembaga dalam rangka memajukan desa Kedondong terutama dalam bidang pertanian. Seperti halnya lembaga pertanian yang ada di desa Kedondong yang rancangan-rancangannya dibentuk berdasarkan musyawarah dari anggota masyarakat.

B. Rumusan Masalah

Dari beberapa permasalahan yang terjadi, dapat disusun rumuasn masalah sebagai berikut:

  1. Apa saja tanaman yang terdapat di desa kedondong serta habitat dari tanaman yang ada
  2. Apa saja kelembagaan pertanian yang terdapat di desa Kedondong

BAB II

TANAMAN DESA KEDONDONG

Sebagai desa yang terdapat dikawasan tanah yang cukup subur, beberapa tanaman banyak tumbuh subur di desa Kedondong. Beberapa tanaman yang cukup banyak ditanam oleh penduduk desa Kedondong adalah:

1. Padi (Oryza sativa)

Padi merupakan komoditas utama pertanian desa Kedongdong. Disampng itu, padi merupakan tanaman pangan yang penting, menjadi bahan pangan pokok diseluruh Asia dan negara-negara lain di dunia. Kebanyakan varietas padi (baik javanica maupun indica) beradaptasi untuk tumbuh pada kondisi tergenang dan padi ini merupakan satu-satunya tanaman biji-bijian yang dapat ditanam pada kondisi genangan yang bersifat musiman yang terdapat diseluruh daerah tropika Asia dan tempat lain. Padi termasuk dalam famili Gramineae. Varietas padi lainnya dapat ditanam pada kondisi lahan kering, dan dikenal sebagai varietas padi gunung.

Kebanyakan lahan padi didaerah tropica tergantung pada air hujan, tanaman ditanam pada awal musim hujan. Pada kondisi seperti ini, permulaan musim hujan sangat penting. Kalau musim hujan datangnya tidak menentu, terutama didaerah iklim Mansoon, cara tanam yang dipraktekan adalah melalui pesemaian karena lebih fleksibel dalam hal penentuan saat tanam. Tanaman bibit dapat dijaga dipersemaian hingga saatnya cukup air untuk menanam bibit dilapangan (sawah). Sayangnya kebanyakan varietas padi unggul daerah tropika menghendaki penggunaan air yang lebih terkontrol dan kurang cocok dengan penggenangan yang dalam, dan pada kenyataannya problema pengaturan air ini merupakan kendala bagi penanaman padi jenis unggul diberbagai daerah tropika.(Sastrahidayat, 1991).

Pada umumnya padi tumbuh lebih baik pada tanah-tanah yang cukup drainase dan pergerakan air kearah lateral untuk mencegah kondisi reduksi yang berlebihan, dibandingakan dengan pada tanah-tanah liat sangat berat. Akan tetapi tanah-tanah yang drainasenya berlebihan sukar dikelola untuk sawah karena memerlukan banyak air dan pupuk mudah tercuci keluar daerah perakaran tanaman. Tanah yang drainasenya berlebihan dapat diperbaiki dengan menambahkan rabuk organic, tetapi tanah-tanah liat berat tidak boleh diberi rabuk organic karena akan menghasilkan produk yang bersifat racun bagi tanaman. Reduksi merupakan proses yang berlangsung pada kondisi tergenang.(Sastrahidayat,1991). Ada tanah-tanah tertentu didaerah tropic basah yang kurang sesuai untuk budidaya padi. Beberapa diantaranya adalah tanah gambut, tanah solin, tanah asam sulfat. Tanah gambut biasanya gembur, dan kalau mendapat aliran air yang baik, maka kondisi reduksinya tidak terlalu berlebihan. Akan tetapi pada tanah gambut ini kontrol air dan penggunaan pupuk sangat sukar.

2. Jagung (Zea mays)

Selain padi, jagung juga merupakan komoditas yang cukup digemari petani desa kedongdong. Meskipun tidak semua petani yang menanam jagung adalah hasil pemikiran sendiri, tetapi beberapa petani menanam jagung karena ada program pemerintah kabupaten Banyumas untuk menanam jagung. Sehingga beberapa petani menanam jagung yang bibitnya diperoleh dari pemerintah secara cuma-cuma.

Jagung termasuk dalam famili Graminaceae. Jagung merupakan tanaman dengan penyerbukan terbuka, yang mempunyai banyak macam varietas yang telah diadaptasi pada kondisi geografis tertentu. Kebanyakan varietas jagung yang berasal dari daerah subtropis telah dipilih dan diseleksi untuk kondisi suhu rendah dan akan tumbuh terlalu tinggi kalau ditanam didaerah tropis basah. Jagung merupakan tanaman c-4, cukup baik untuk daerah yang temperaturnya tinggi dan intensitas cahaya matahari juga tinggi. Jagung merupakan tanaman yang cukup efisien menggunakan air, tetapi memerlukan cukup banyak secara relative diantara tanaman musiman yang berumur pendek, khususnya 3-4 minggu dalam periode pembungaan. (Wisnubroto, 1999).

Suhu juga mempengaruhi kebutuhan air dan pada umumnya lebih banyak air diperlukan pada kondisi tropis daripada kondisi daerah iklim sejuk. Jagung juga memerlukan kelembaban optimum pada saat tanam, pada saat mana tanah harus mendekati kapasitas lapang. Kondisi sangat basah kurang baik bagi jagung, terutama selama masa pembungaan. Hal ini karena rendahnya intensitas cahaya matahari yang berhubungan dengan kondisi basah, dan gangguan penyakit bunga, tongkol dan daun pada kondisi kelembaban tinggi. Pada kondisi sangat basah periode pemasakan harus disesuaikan dengan masa-masa cuaca kering. Problem lain didaerah basah atau banyak hujan adalah polinase jelek sehingga menghasilkan tongkol kompa. Tanah yang solumnya tebal dengan kapasitas penahanan air cukup besar sangat diperlukan didaerah yang curah hujannya terbatas. Akan tetapi pada umumnya, jagung tidak dapat dianggap sebagai tanaman yang akan berproduksi baik ditanah-tanah berpasir yang miskin. Pada tanah liat berat, pengolahan tanah yang dalam dan pengguludan sangat diperlukan untuk memperbaiki drainase. Jagung dapat tumbuh pada tanah-tanah agak masam, tetapi tumbuh paling baik pada tanah-tanah masam, dan banyak tanah-tanah didaerah tropis yang memerlukan pengapuran untuk mendapatkan hasil yang baik. Jagung dapat ditanam dengan baik pada tanah-tanah alkalin asalkan defisiensi Fe dan Mn diatasi. (Sastrahidayat,1991).

Selain dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai pemanis yang rendah kalori serta dapat dimanfaatkan sebagai salah satu tanaman yang bisa dijadikan bahan bakar nabati atau lebih dikenal dengan istilah bioethanol.

3. Pisang (Musa paradisiaca)

Sebagian warga desa Kedondong menanam pisang bukan sebagai tanaman utama. Melainkan ditanam guna mengisi lahan yang kosong atau untuk pembatas lahan persawahan.

Pisang termasuk kedalam famili Musacea. Pisang tumbuh paling baik di daerah tropika lembab di mana tandan dihasilkan lebih cepat; yakni setelah umur 8-12 bulan tergantung pada klon. Untuk pertumbuhan yang optimal, curah hujan bulanan paling tidak 100mm dan dapat setinggi 250mm. kalau musim kering tiba proses pendewasaan buah akan lambat kecuali jika diairi. Suhu tinggi merupakan persyaratan lain bagi pertumbuhan pisang dan suhu opimal antara 25-30°C. suhu yang lebih rendah akan memperlambat proses pendewasaan dan suhu dibawah titik pembekuan akan merusak tanaman.(Sastrahidajat, 1991).

Pada umumnya kita dapat katakan bahwa, tanaman pisang tidak dapat lagi memberikan resultat yang memuaskan apabila ia dibudidayakan pada ketinggian lebih dari 3000 kaki (1000m) diatas permukaan laut.(lahiya, 1983.) Pisang dapat ditanam pada berbagai tipe tanah asalkan drainasenya baik. Tanah-tanah dataran tinggi biasanya drainasenya baik, tetapi tanah-tanah alluvial liat biasanya memerlukan drainase hingga kedalaman 60cm pada interval tertentu. Tanah yang tak terlalu masam paling baik untuk pisang, terutama untuk klon-klon yang peka seperti Gros-michel yang mudah terserang penyakit Panama. Kisaran pH yang terbaik adalah pH 5,5-6,5. tanah-tanah yang lebih masam lagi akan memerlukan pengapuran dengan bahan dolomitik. Tanah yang pH 4,5 - 5,0 memerlukan dolomit sekitar 2 ton.

Pada umumnya pisang memiliki peranan penting terutama buah yang dihasilkan. Beberapa jenis buah pisang seperti pisang ambon, pisang susu, pisang mas, pisang raja, dan lainnya dimanfaatkan dengan cara dimakan buahnya secara langsung atau dengan diproses berbagai olahan. Sedangkan beberapa pisang dimanfaatkan sebagai pisang masakan atau pisang tepung seperti misalnya: cau kapok lentik (bhs. Sunda), gedang sobo gajih (Jawa).(Lahiya, 1983).

Selain buahnya yang dapat dimanfaatkan, daunnya juga biasa digunakan sebagai pembungkus makanan. Selain itu, bakal buah pisang (jantung) juga dapat dimanfaatkan sebagai sayur misalkan pisang cangkel pisang kluthuk, pisang kapasan, dan pisang gepeng serta bonggol pisang yang dapat dijadikan keripik.

4. Cabai (Capsicum annuum)

Seperti halnya pisang, cabai atau biasanya dinamai lombok bukan merupakan tanaman utama yang dibudidaya secara besar-besaran oleh petani desa Kedondong. Tanaman ini termasuk kedalam famili Solanaceae. Tanaman ini tidak tahan terhadap banyak hujan, terutama pada saat fase pembungaan karena bunga mudah rontok. Suhu udara yang tinggi mengakibatkan produksi buah lombok menurun. Tanah lempung berdebu atau berpasir, yang gembur dan cukup bahan organic cocok untuk tanaman lombok. pH tanah optimum 5-6; drainase tanah yang jelek dan kondisi tergenang merangsang gangguan penyakit layu. Pengaturan saat tanam sangat penting, sehingga musim berbunga dan berbuah jatuh pada saat musim kering.(Sastrahidajat, 1991).

Beberpa warga sering memanfaatkan buah lombok untuk rempah-rempah atau bumbu dapur, penyedap dan sayuran. Rasanya pedas dan memberikan efek panas karena adanya minyak altheris. Buahnya mengandung vitamin A dan C. biasanya ditanam pada akhir musim hujan.(Naiola, 1986).

5. Terong (Solanum melongena)

Terong telah lama dikenal sebagai sayuran dataran rendah tropis. Terong termasuk dalam famili Solanaceae. Terong memerlukan cuaca panas untuk dapat menumbuhkan buah yang baik. Didaerah iklim tropika basah dapat ditanam hingga ketinggian 1200 m diatas permukaan laut. Tanah yang cocok untuk tanaman terong adalah lempung berpasir dengan penambahan bahan organik atau mulsa untuk menjaga suhu tanah lebih tinggi. Struktur tanah yang gembur dan drainase yang baik sangat diperlukan. Kondisi tanah yang becek dan tergenang merugikan perkembangan dan produksi terong.(Sastrahidajat, 1991).

Terong merupakan tanaman yang berasal dari India. Selain dimanfaatkan sebagai sayuran saat buah masih muda, terong juga dapat dimanfaakan sebagai obat. (Naiola, 1986).

6. Mangga (Mangifera indica)

Sebagian besar penduduk desa Kedondong yang mempunyai pohon mangga, ditanam di pekarangan rumahnya. Mangga merupakan pohon besar yang dapat tumbuh hingga 10-25 m. Perbanyakan tanaman yang biasa dilakukan warga adalah dengan metode cangkok, tempelan tunas atau sambungan. Mangga termasuk tanaman yanh tergolong dalam famili Anacardiaceae. Tanaman ini juga dapat ditanam dari biji, tetapi biasanya kualitas buah kurang baik.

Mangga ditanam di daerah tropis dengan ketinggian 0-1300 m dpl, dengan curah hujan tahunan 2500-3500mm. musim kering yang tegas diperlukan untuk penyerbukan dan pembuahan, sehingga tidakl begitu baik didaerah tropis lembab. Akan tetapi akhir-akhir ini telah ditemukan varietas yang dapat tumbuh baik di daerah iklim lembab seperti jenis “Arumanis” (indonesia), Apple (USA), Malgoa dan Malda (India) Mangga dapat tumbuh pada tanah-tanah miskin asalkan tidak tergenang, terlalu masam, atau solumnya tipis. Tanah yang subur kurang sesuai karena tanaman akan tumbuh secara vegetatif.(Sastrahidajat, 1991).

Setiap kondisi keadaan iklim dan setiap jenis tanah, dalam kasus ini memiliki bentuk-bentuk mangganya sendiri. Sehingga menimbulkan berbagai jenis mangga yang berbeda-beda di tiap daerah. Bentuk-bentuk yang terbaik dari mangga, tergolong jenis-jenis yang terbaik buahnya, yang dapat dihasilkan oleh benua Asia.(Lahiya, 1983)

Buah mangga merupakan buah konsumsi yang sangat populerdi kawasan tropic terutama pulau jawa. Selain buahnya yang mentah dapat dijadikan rujak, dan buah yang matang dapat dikonsumsi seperti biasa, kayu dari pohon mangga juga dapat digunakan untuk bahan pembuatan perahu, daun muda dapat disayur, bahkan untuk pakan ternak dalam situasi kritis.(Naiola,1986.)

7. Kacang Panjang (Vigna unguiculata)

Beberapa petani desa Kedondong menanam kacang panjang sebagai pengganti tanaman padi beberapa petani yang menanam kacang panjang kebanyakan karena saat itu harga kacang panjang sedang melambung. Kacang panjang termasuk dalam famili leguminosae (Papilionoideae). Kacang panjang merupakan tanaman semusim yang batangnya menjalar. Tanaman ini tumbuh alami di Afrika dan Asia tropis, merupakan tanaman pekarangan yang penting di Asia Tenggara. Kacang panjang inimemerlukan iklim lembab dan panas tetapi dapat tumbuh pada berbagai kondisi tanah yang drainasenya baik.

Kacang panjang merpakan salah satu jenis kacang konsumsi terkemuka di Indonesia. Umumnya dimanfaatkan sebagai sayuran, bahan kue, atau campuran dalam beraneka masakan. Di Amerika Serikat sudah diproduksi sebagai makanan kaleng. Di Negara lain sebagai pupuk hijau, penutup tanah, dan pakan ternak. Selain buahnya yang dapat di konsumsi, daun kacang panjang juga dapat dimanfaatkan sebagai sayur.(Naiola, 1986).

8. Singkong (Manihot utilissima Syn. M. esculenta)

Di desa Kedondong, singkong biasanya ditanam di galengan sebagai pembatas petak sawah. Selain itu, ada pula warga yang menanam Singkong di pekarangan rumah. Tanaman singkong merupakan tanaman penting diberbagai Negara. Tanaman ini biasanya ditanam dengan system stek batang. Tanaman ini termasuk kedalam famili Euporbiaceae.

Singkong atau biasa dikenal dengan istilah ubi kau, ditanam diseluruh daerah tropis, tetapi hasil yang tinggi diperoleh di daerah yang iklimnya cukup lembab. Meskipun tanaman sangat tahan terhadap kondisi kering, namun hasilnya lebih rendah bila kekurangan air. Banyak ditanam didaerah kering sebagai tanaman cadangan kalau jagung atau tanaman lain gagal panen. Ubi kayu merupakan tanaman pangan penting atau ditanam sebagai ‘Cash Crop’ di daerah yang lebih lembab. Di daerah tropis lembab ubi kayu dapat berhasil baik hingga ketinggian 1000m dpl.

Berbagai jenis tanah yang digunakan untuk menanam ubi kayu, tetapi hasil umbi yang banyak hanya diperoleh pada tanah yang teksturnya ringan dan gembur. Tanah liat berat menghasilkan umbi sedikit. Tanah-tanah liat tersebut harus diolah dengan baik dan dibuat guludan yang tinggi atau besar untuk memperbaiki hasl umbi. Bahan organic dapat untuk memperbaiki kondisi tanah guna menaikan hasl umbi. Di daerah tropis basah, tanah-tanah gambut cocok untuk menanam ubi kayu kalau di kapur untuk menaikan pH hingga lebih dari 4,5.(Sastrahidajat, 1991)

Ubikayu berupakan umbi-umbian sumber karbohidrat yang terkemuka. Dipakai dalam industri tapioca, kosmetik, tekstil, kertas, dan tripleks sebagai bahan perekat. Selain dimanfaatkan umbinya, ubikayu juga dapat dimanfaatkan daunnya sebagai sayur mayur, akan tetapi harus diolah dengan benar karena daunnya mengandung racun glukosida hidrosanat yang akan membentuk sianida kalau jaringan umbi dirusak atau bila umbi dipanen. Di Brasilia telah dibuat bahan bakar lkohol untuk bahan bakar pengganti bahan bakar minyak.(Naiola, 1986).

9. Ubi jalar (Ipomea batatas)

Lahan sawah yang kosong atau belum ditanami padi biasanya digunakan oleh petani desa Kedondong untuk ditanami ubijalar. Ubi \jalar termasuk dalam famili Convolvulaceae.

Ubijalar tumbuh baik kalau suhu rata-rata sekitar 25°C atau lebih dengan intensitas cahaya mathari dan curah hujan paling tidak 300mm selama musim pertumbuhan 4 bulan. Di daerah curah hujan tingi, ubijalar ditanam pada akhir musim hujan. Tanaman ini tidak tahan terjhadap kondisi kering yang cukup lama. Irigasi sangat diperlukan. Dibeberapa tempat, ubijalar ditanam dibagian yang lebih kering dalam waktu setahun hanya untuk menyediakan bahan tanam. Di daerah ekuator, ubijalar ditanam pada ketinggian hingga 200m dpl, seperti di Papua New Guinea. Tanaman dapat ditanam pad banyak tanah asalkan drainasenya cukup baik, lempung berpasir adalah yang ideal. Ubijalar merupakan tanaman yang baik untuk tumbuh pada tanah gambut tropis karena perkembangan akarnya tidak terganggu oleh fsik tanah yang ringan dan lemak; tanaman ini tidak membutuhkan unsure hara dari dalam tanah.(Sastrahidajat, 1991).

Tanaman ini ditanam untuk mendapatkan umbinya yang dapat dimakan. Juga digunakan sebagai bahan pengisi pergalengan dan saos, dan untuk pembuatan tepung pati, glucose, sirup, dan alcohol. Daun yang muda dapat digunakan sebagai sayuran dan minuman segar, atau umbinya sering untuk makanan ternak.(Naiola, 1986)

10. Pepaya (Carica papaya)

Papaya adalah buah tropis yang tumbuh meluas di pekarangan-pekarangan penduduk Negara tropis seperti yang terdapat di pekarangan beberapa warga desa Kedondong. Tanaman ini termasuk dalam famili Caricaceae yang spesies-spesies lainnya bnyak terdapat di Amerika seperti Carica candamarcencis, Carica monoica, dan Carica cauliflora.

Pepaya mudah beradaptasi secara local dan tersebar luas, ditanam didaerah tropis equator hingga daerah-daerah lintang sedang. Pertumbuhan tanaman di daerah tropis lebih cepat dan tanaman akan berbunga setelah umur 6 bulan dan menghasilkan buah yang masak pada umur 9 bulan. Didaerah iklim sangat basah, tanaman ini akan mudah terserang penyakit busuk akar terutama bila drainasenya tidak baik. Dataran tinggi hingga 1500m dpl di daerah tropis masih cocok untuk papaya, asalkan tidak terlalu basah dan berawan. Tanah harus mempunyai drainase yang baik, sehingga tanah-tanah berpasir sangat sesuai. Diduga bahwa tanah-tanah asam dengan pH <5>

Buah papaya merupakan buah-buahan tropis terbaik sebagai bahan makanan tambahan. Pada jenis-jenis tanaman papaya didapati juga jenis-jenis hibrida yang berlainan. Hanya beberapa diantaranya yang memiliki buah yang baik. Buah yang masih mengkal dapat diproses menjadi confitur apabila memangberasa manis. Atau dipotong-potong dan dijadikan makanan yang biasa dikenal oleh masyarakat desa Kedondong dengan sebutan ‘manisan gandul’. Daun-daun mudanya oleh penduduk setempat biasa dikonsumsi sebagai lalab, kemudian buah-buah mudanya yang masih memiliki daging buah warna putih, biasanya dibuat sayur.(Lahiya, 1983)


BAB III

LEMBAGA-LEMBAGA PERTANIAN

DESA KEDONDONG

Masyarakat desa Kedondong memanfaatkan sumberdaya alam sebagai lahan pertanian dalam usaha memakmurkan warga desa Kedondong. Begitu juga Sumberdaya manusia yang tersedia tidak luput dari pemanfaatan warga desa Kedondng kaitannya dalam peningkatan kesejahteraan petani desa Kedondong. Pertanian yang dikelola oleh masyarakat juga dibantu oleh lembaga pertanian. Sebagai sumberdaya manusia, masyarakat saling bekerja sama dalam peningkatan mutu pertanian di desa Kedondong.

Pengembangan sumberdaya manusia pada hakekatnya adalah upaya membangun manusia seutuhnya, yaitu suatu kesatuan (integrasi) membangun manusia sebagai insan (makhluk sosial) dan membangun manusia sebagai sumberdaya pelaku pembangunan kaitannya dalam hal ini adalah pembangunan pertanian. Pembangunan manusia sebagai sumberdaya, ditekankan pada etos kerja produktif, ketrampilan dan keahlian, kreatifitas, disiplin dan profesionalisme.(Fandeli, 2000).

Untuk menyelaraskan segala potensi manusia sebagai sumberdaya maka dibentuklah suatu kelompok yang memiliki tujuan. Di desa kedondong terdapat beberapa kelompok tanii yang memiliki tujuan meningkatkan kualitas pertanian desa kedondong. Beberapa lembaga ataupun kelompok pertanian yang ada di desa Kedondong adalah sebagai berikut:

1. GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani)

Keinginan warga desa sokaraja akan adanya lembaga penyalur dalam bidang pertanian ini yang kemudian diusulkan kepada dinas pertanian melalui wakil dari masing-masing desa melalui musyawarah antar desa masing-masing di Sokaraja. Setelah melalui pertimbangan-pertimbangan dari kecamatan, akhirnya dibentuklah suatu lembaga-lembaga dalam usaha menyalurkan pengetahuan maupun bahan-bahan dari pemerintah untuk kemajuan pertanian. Yang disibut GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) yang belum lama ini di canangkan. Namun, meskipun GAPOKTAN belum memiliki SK dari pemerintah maupun dari kecamatan setempat, dengan keantusiasan warga yang ingin meningkatkan desa Kedondong dalam sector pertanian, masyarakat saling bekerjasama menjalankan lembaga gapoktan tersebut. Sekitar 50 warga masyarakat desa Kedondong bermusyawarah untuk membentuk kepengurusan guna memperlancar jalannya GAPOKTAN ini. Namun seiring berkembangnya kehidupan petani desa Kedondong, kepengurusan dan program-program kerjanya tidak berjalan dengan baik karena adanya kelompok-kelompok tani yang merupakan bagian dari GAPOKTAN yang justru lebih sering berinteraksi dengan petani setempat. Dari musyawarah pembentukan pengurus, ditetapkan sebagai pengurus GAPOKTAN adalah sebagai berikut:

1. Ketua : Hadi Nuryanto

2. sekretaris : Mardiyanto

3. bendahara : Tuto Waluyo

4. seksi-seksi : 1. seksi uluhu

2. seksi usaha

3.seksi pengolahan

4. seksi panen

5. seksi pemasaran

2. Kelompok Tani

Setelah pembenentukan dari pengurus anggota GAPOKTAN selesai, untuk mempermudah pendataan di wilayah kelurakan, dibentuklah Kelompok Tani yang diberi nama Kelompok Pembangun 1 dan Kelompok Pembangun 2 yang keduanya dibawah naungan dari GAPOKTAN. Pengurusnya pun dibentuk dari masing-masing kelompok pembangun tersebut. Namun kesulitan yang dihadapi adalah antusias warga yang kurang untuk menjadi pengurus, sebagian dari mereka menganggap tidak cukup pantas untuk menjadi pengurus kelompok tani tersebut. Karena itulah tidak mengherankan jika ditemui antara gapoktan dengan lembaga dibawahnya yaitu kelompok pembangun memiliki anggota yang sama, satu orang dapat memegang lebih dari satu jabatan baik dalam GAPOKTAN, kelompok pembangunnya atau kedua-duanya. Dengan adanya gapoktan ini diharapkan dapat mempermudah pemerintah untuk menyalurkan bantuan berupa subsidi bahan-bahan pertanian kepada masyarakat.

Beberapa bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada petani desa Kedondong melalui kelompok Tani serta GAPOKTAN adalah bibit padi Cihereng yang diberikan secara gratis oleh pemerintah. Dari bibit padi tersebut diperoleh hasil yang cukup bagus, dari lahan seluas 700 m2 menghasilkan padi sekitar 3 kwintal. Namun dengan keinginan dan pengetahuan yang dimiliki oleh warga, mereka berinisiatif memberikan pemupukan dilakukan lebih awal dan dosisnya juga ditambah, sehingga dari lahan seluas 700 m2 dapat menghasilkan padi sebanyak 5 kwintal.

Masing-masing kelompok tani baik pembangun 1 maupun pembangun 2, memiliki beberapa program kerja unggulan yaitu:

  1. Menginformasikan segala bentuk informasi yang berkaitan dengan pertanian kepada petani desa Kedondong pada saat mulai tanam sampai akhir/proses penjualan.

Program kerja ini memiliki kendala pada saat proses terakhir tanam yaitu pada waktu panen. Petani yang seharusnya menjual hasil panennya pada pengepul didesa itu agar terjadi kesinambungan, namun saat ini petani tergiur oleh tawaran dari para tengkulak atau pembeli yang tidak resmi yaitu tengkulak yang berasal dari luar daerah desa Kedondong. Para tengkulak menawarkan harga yang lebih tinggi dari pada pengepul didesa Kedondong. Kebanyakan tengkulak tersebut berasal dari luar daerah Kedondong, sehingga pengepul dari desa kedondong seringkali tidak mendapatkan hasil panen.

  1. Menganjurkan kepada petani untuk memperoleh hasil yang lebih besar dengan cara menggunakan pupuk organic.

Kendala dari program kerja ini adalah sulitnya mendapatkan pupuk organik tersebut. Pupuk subsidi dari pemerintah yang seharusnya datang pada waktunya pemupukan tidak datang tepat waktu bahkan terkadang sampai tidak datang sama sekali, ataupun tidak mencukupi untuk seluruh area pertanian di desa Kedondong. Ini semua mengakibatkan para petani berusaha sendiri mencari pupuk yang dibutuhkan. Kendala lain yang dialami dalam program kerja ini adalah masalah iklim yang tidak dapat dikendalikan.

Ketika masyarakat mencari pupuk, masyarakat berinisiatif membuat RDKK (Rencana Devinitif Kebutuhan Kelompok), yang rencana dari masyarakat ini dikirim ke pelita / penyalur bahan pertanian dari pemerintah. Yang isinya masyarakat meminta pupuk namun tetap saja belum ada, cara ini dilakukan oleh masyarakat setiap pergantian musim tanam.

  1. Perbaikan irigasi yang menjadi sumber pengairan yang berasal dari bendungan Arcakiri. Yang sebelumnya irigasi ini sudah pernah diperbaiki sekitar 2 tahun yang lalu yang ,menghabiskan dana sekitar 13 juta. Dana untuk perbaikannya diperoleh dari bantuan P2KP. Dari dana bantuan tersebut masyarakat juga memperbaiki DAM Kedondong-Ledu yang ada di daerah perbatasan.

Pembentukan pengurus Kelompok Tani dilakukan dengan melalui musyawarah seluruh warga terutama petani. Namun kendala yang dihadapi adalah tidak semua warga terutama petani menghadiri dan mau menjadi pengurus. Dari hasil musyawarah, disetujui sebagai pengurus Kelompok Tani desa Kedondong adalah:

1. Ketua : Hadi Nuryanto

2. sekretaris : Mardiyanto

3. bendahara : Tuto Waluyo

4. seksi-seksi

# Seksi Produksi dan Sarana Produksi

- Suparno

- Cipto P

# Seksi Pengelolaan Hasil

- Suwarno

- Atmodiharjo

# Seksi Pemasaran dan Kerjasama

- Suharjo

- Diyanto

# Seksi Usaha danSimpan Pinjam

- Arjo Kuat

- Nyana A.M.

# Seksi Informasi dan Teknologi

- Rusmin

- Kidam

# Seksi Pembantu Umum/Humas

- Chemi

- Choeron

Untuk menjalankan program kerja yang direncanakan, kelompok tani tersebut menggunakan dana yang berasal dari APD (Anggaran Pembangunan Desa), iuran warga sesuai jumlah (luas) lahan yang dimiliki, iuran rutin tiap bulan, serta dari paket dana damping yang diperoleh dari desa.

3. Kelompok Wanita Tani

Kelompok Wanita Tani yang dibentuk bertujuan sama halnya dengan Kelompok Tani seperti yang diuraikan diatas. Perbedaan antara Kelompok Tani dengan Kelompok Wanita Tani adalah terletak pada Pengurus dan sasaran program kerjanya yang mengarah pada petani wanita desa Kedondong.

Pengurus kelompok Wanita Tani juga disusun melalui musyawarah. Pengurus Kelompok Wanita Tani adalah:

1. Ketua I : Sunarni

2. Ketua II : Rohaniati

3. Sekretaris I : Setyo Suci Rahayu

4. Sekretaris II : Sri Purwaningsih

5. bendahara I : Marsini

6. Bendahara II : Purwati

7. seksi-seksi

# Seksi Produksi dan Sarana Produksi

- Sri Sutanti

- Asiti

# Seksi Pengelolaan Hasil

- Rumbiyah

- Supiyah

# Seksi Pemasaran dan Kerjasama

- Siswati

- Marlah

# Seksi Usaha danSimpan Pinjam

- Gesit Suparyati

- Sarwi

# Seksi Informasi dan Teknologi

- Darpi

- Sunarti

# Seksi Pembantu Umum/Humas

- Satirah

- Siti Azizah

Program kerja yang direncanakan juga sama denagn program kerja Kelompok Tani diatas. Pada intinya pembentukan Kelompok wanita Tani ini bertujuan supaya tidak hanya petani laki-laki yang memiliki peran terhadap kemajuan pertabnian di desa Kedondong. Diharapkan dengan adanya Kelompok Wanita Tani ini, semua warga terutama wanita dapat berperan memajukan pertanian desa Kedondong.

4. Kelompok Pemuda/i Tani

Tidak jauh berbeda antara Kelompok Pemuda/i Tani dengan Kelompok Tani maupun Kelompok Wanita Tani. Perbedaannya juga ada pada pengurus serta sasaran kerja anggotanya. Anggota dan pengurus dari Kelompok Pemuda/i Tani adalah para pemuda yang ada di desa Kedondong baik putra maupun putri. Susunan kepengurusan Kelompok Pemuda/i Tani yang dihasilkan melalui musyawarah adalah:

1. Ketua I : Maryoto

2. Ketua II : Suswono

3. Sekretaris I : Deni Fauzi

4. Sekretaris II : wahyu

5. bendahara I : Rani

6. Bendahara II : Sefrianto

7. seksi-seksi

# Seksi Produksi dan Sarana Produksi

- khodim

- Amin Saefudin

# Seksi Pengelolaan Hasil

- Suwanto

- Alfiah

# Seksi Pemasaran dan Kerjasama

- Nur Kholis

- Suherman

# Seksi Usaha danSimpan Pinjam

- Nur Junaedi

- Dwi Setyo

# Seksi Informasi dan Teknologi

- Gilang Pratama

- Teguh

# Seksi Pembantu Umum/Humas

-

Dengan didirikannya Kelompok Pemuda/i tani diharapkan dapat memberikan suntikan mental kepada para pemuda desa Kedondong untuk mau berkecimpung di bidang pertanian khususnya pertanian desa Kedondong. Karena selama ini menurut warga setempat terutama petani, bahwa generasi pemuda desa Kedondong sudah enggan untuk bertani. Kebanyakan dari mereka memilih bekerja di kota dari pada bekerja sebagai petani. Atas dasar inilah dibentuk lembaga ini yang notabene di kelola oleh pemuda setempat. Sehingga tujuan utama dibentuknya lembaga ini dapat tercapai.


BAB IV

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil peninjauan kelompok ke desa Kedondong serta hasil studi literatur yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

  1. Sesuai kondisi lahan desa Kedondong yang termasuk kawasan daerah tropis serta kondisi keadaan sosial budaya masyarakat setempat, terdapat beberapa tanaman yang banyak dijumpai di desa Kedondong diantaranya adalah: Padi (Oryza sativa), Jagung (Zea mays), Pisang (Musa paradisiaca), Cabai (Capsicum annuum), Terong (Solanum melongena), Mangga (Mangifera indica), Kacang Panjang (Vigna unguiculata), Singkong (Manihot utilissima Syn. M. esculenta), Ubi jalar (Ipomea batatas) dan Pepaya (Carica papaya).
  2. Sebagai desa sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Untuk menunjang kelancaran proses pertanian di desa Kedondong, maka dibentuklah beberapa lembaga pertanian yang pembentukannya melalui musyawarah warga desa Kedondong terutama petani. Lembaga-lembaga pertanian tersebut adalah: GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani), Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, dan Kelompok Pemuda/i Tani. Kesemua lembaga yang ada di desa Kedondong memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan kualitas pertanian di desa Kedondong.


DAFTAR PUSTAKA

Fandeli, Chafid. 2000. Pengusahaan Ekowisata. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Naiola, B. Paul. 1986. Tanaman Budidaya Indonesia Nama dan Manfaatnya. Jakarta: Yasaguna

Ochse, J. J. 1983. Budidaya Tanaman Hortikultura Jilid II: Jenis-Jenis Buah-Buahan Di Indonesia A Sampai M. Bandung.

Sastrahidajat, Ika Rochdjatun, Soemarno D. S. 1991. Budidaya Berbagai Jenis Tanaman Tropika. Surabaya: Usaha Nasional

Wisnubroto, Sukardi. 1999. Meteorologi Pertanian Indonesia. Yogyakarta: Mitra Gama Widya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar